Selasa, 27 Agustus 2013

Belajar Bersama Ibu-Ibu Hebat

Pelatihan Manajemen & Pembukuan Kewirausahaan bagi Perempuan Pengusaha Kecil
Bekerjasama dengan SRI Netherland dan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakarta (UKS).
Diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2013, bertempat di Gedung serba guna Gkj Manahan Surakarta.
Dihadiri oleh 29 orang perempuan pengusaha kecil yang tergabung dalam KSU LIDIA Gkj Manahan Surakarta. Juga 7 dosen fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakata.
Kami diberi kesempatan oleh para dosen-dosen dari Universitas Kristen Surakarta untuk belajar mengenai pembukuan sederhana. Pada dasarnya kunci pembukuan adalah mencatat segala transaksi yang terjadi. Hal tersebut untuk mengetahui dan mengatur pemasukan serta biaya-biaya yang dikeluarkan atau dapat dikatakan juga sebagai alat kontrol. Sekecil apapun transaksi yang terjadi, jika selalu dicatat maka akan memudahkan kita dalam mengitung serta menentukan biaya-biaya yang dapat kita akan kita gunakan untuk mengembangkan usaha yang ada. Kami juga dikenalkan dengan sistem pembukuan secara komputer. Interaksi dan antusiasme peserta sangat aktif karena tema ini secara riil selalu dialami oleh kami dan juga selalu merasa kesulitan, hingga kami dapat memahami cara yang praktis untuk kami terapkan dalam usaha kami. Untuk melangkah pada pembukuan secara komputerisasi mungkin belum dapat dilakukan oleh sebagian besar ibu yang hadir, disamping sarana yang belum dimiliki juga karena terlalu rumit dalam penerapannya.
Yang tidak kalah menarik kita juga diberi kesempatan untuk sharing mengenai cara membangun usaha kuliner yang unggul dengan berbagai diskusi serta contoh-contoh yang diketengahkan.

Acara ini dimulai dari pukul 09.00 wib sampai dengan pukul 14.00 wib ditutup dengan foto bersama antara peserta dengan para pembicara. Semoga acara ini dapat meningkatkan usaha para peserta. Tuhan Yesus memberkati

Senin, 19 Agustus 2013

Oleh - oleh yag tidak terlupakan....



Achievement Motivation Training

Di Wisma Inri Sabtu 13 - Minggu 14 Juli 2013
Dihadiri oleh 33 orang
Perempuan Usaha Kecil dan Perempuan Calon pengusaha yang bergabung dalam KSU LIDIA GKJ Manahan Surakarta Surakarta. Usia peserta acara anatara 20 sampai 50 tahun, dari berbagai jenis usaha.
Contoh jenis usaha yang ditekuni oleh peserta, antara lain adalah :
Toko kelontong.
Jualan sayur di pasar tradisional. Penjual gorengan seperti tempe mendoan, tahu isi, pisang goreng dll. Pembuat kripik rumahan yang bias dititipkan diwarung-warung atau dipasar,  seperti keripik tempe, keripik singkong, keripik telo, keripik bayam dll. Menerima  pesanan kue, untuk pertemuan atau arisan dirumah-rumah, dll. Pembuat sekaligus menjual jajan pasar seperti, klepon, getuk, pecel gendar, tempe / Tahu bacem, jadah, dll. Penyedia layanan laundry. Catering. Penjahit pakaian. Penjual batik, Usaha kulinar baik dirumah ataupun diwarung. Layanan pengajaran paruh waktu untuk anak-anak sekolah dan lain-lain.

Latar belakang ini
kegiatan ini antara lain adalah :
·      Perempuan pengusaha kecil memiliki kekuatan dan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga.
·         Perempuan sebagai pelaku usaha tetap dihadapkan pada peran dan tanggung jawab utamanya dalam lingkungan rumah tangga, keluarga, tradisi dan budayanya, padahal pengembangan usaha mau tidak mau berurusan dengan ranah public. Banyak fakta menunjukan hasil dari usaha kecil, terutama yang dilakukan oleh perempuan tidak memberikan hasil dalam bentuk pemupukan modal. Keuntungan usaha habis untuk kebutuhan konsumsi keluarga, biaya kesehatan dan biaya pendidikan anak. Bagian terbesar bahkan seluruh hasil usaha habis untuk konsumsi sehari-hari.
·         Merealisasikan kerjasama dengan SRI Netherland dalam pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dalam perekonomian dan iman.

Dari latar belakang ini, kami berusaha untuk bersatu dengan tujuan
dapat menyelenggaran AMT untuk para perempuan hebat ini.
Dan sungguh luar biasa, melampaui harapan kami bahwa antusiasme peserta sangat memotivasi kami untuk terus maju dan memberikan fasilitas tempat untuk meningkatkan usaha yang telah mereka miliki.
Melihat fakta yang ada bahwa di samping tugas utamanya untuk mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak tercinta, mereka juga harus mengatur waktu, mengembangkan kekuatan dan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi. Berdamai dengan kebutuhan hidup
yang semakin melambung dan lebih tidak terjangkau lagi jika tidak berpengahsilan. Berpikir bahwa bagaimana masa depan anak-anak terkasih tanpa kebutuhan hidup tidak terpenuhi. Mengandalkan hanya pada satu penghasilan saja semakin sulit pada era sekarang ini.
Di sini kita
terpanggil untuk memberikan motivasi dan pelatihan pengembangan keterampilan dan pengetahuan para peserta supaya dapat meningkat secara signifikan. Sehingga dapat membuka peluang usaha dan memiliki keyakinan terhadap usaha yang dimiliki.

Acara berjalan dengan baik dan penuh riuh ceria para perempuan hebat ini, dibalik kecantikannya, dibalik kelembutannya, dibalik rapuh tubuhnya dan dibalik usia senjanya terpancar semangat pantang menyerah dan jiwa kebersamaan..
Sessi demi sessi kami lewati, permainan, tantangan dan diskusi kami lewati, pengetahuan baru kami terima. Ada banyak kesaksian dalam jatuh bangunnya usaha para peserta, tetapi satu hal yang membuat mereka bangkit yaitu keluarga.
Rasa syukur yang teramat dalam terurai dalam hati atas hidup ini, melihat ternyata masih ada perjuangan yang tak terperi dari para perempuan hebat ini untuk mempertahankan hidup dan kehidupan keluarga mereka, bahkan untuk orang lainpun mereka lakukan melalui usaha rumahan yang alakadarnya. Ingin hati membantu dan memotivasi lebih dan lebih lagi... Satu hal yang tertulis tebal dalam pena saya. Hidup ini adalah berkat terindah dari Tuhan, Tuhan berikan kita tangan, kaki, pikiran dan badan untuk dapat di manfaatkan dengan baik bagi orang-orang disekeliling kita. Tuhan merasa bahagia jika kita dapat mengangkat saudara-saudara kita, melalui usaha yang kita miliki atau melalui tindakan yang kita lakukan... disitulah Tuhan memberikan kebahagiaan dan keindahan bagi hidup kita.

Banyak oleh-oleh yang saya terima secara pribadi maupun umum pada acara ini. Salam hangat dan hormat saya untuk para perempuan hebat ini, saya sangat bersyukur dapat mengenalnya. Semoga kita bertemu lagi dilain kesempatan dengan penuh rasa syukur dan perubahan hidup serta usaha yang kita jalankan. Semoga bermanfaat juga bagi rekan-rekan yang membacanya, salam untuk keluarga...   

God bless you all

Kamis, 01 Agustus 2013

Pembantu Mudik Tak Perlu Panik....

Ada sedikit tips untuk mensikapi situasi ketika ditinggal mudik asisten rumah tangga kita...
1. Barbagi Tugas Rumah Tangga dengan Suami, Anak dan Anggota keluarga yang Tinggal Bersama Kita Mulailah membagi tugas membersihkan dan membereskan rumah dengan suami, anak dan kelaurga yang ada di rumah. Tujuannya adalah, agar mereka lebih terbiasa bekerja begitu ditinggal pembantu pulang kampung untuk berlebaran. Serahkan tugas-tugas ringan seperti mengelap kaca, menyapu dan membereskan ruang tamu kepada anak-anak (jika usia anatar 6-10tahun). Jika anak sudah berusia 10-15tahun beri mereka tanggung jawab lebih untuk membereskan ruangan keluarga atau membereskan keperluan mereka masing-masing serta meminta mereka membantu Anda memasak sesekali. Suami sebaiknya diberikan tugas yang sifatnya mekanis atau membutuhkan tenaga ekstra. Misalnya membersihkan kamar mandi, bak cuci piring, membuang sampah, memcuci mobil dan menyiram tanaman. Sementara Anda sebagai ibu rumah tangga, bisa mencuci pakaian, menyetrika, memasak dan mencuci piring (dibantu oleh anak-anak tentunya).

2. Laundry Kiloan Karena sudah terlalu repot mengurus keperluan lebaran, belum lagi harus bersilaturahmi ke rumah tetangga, kerabat atau teman, cucian pakaian seringkali terabaikan. Akibatnya, pakaian kotor menumpuk dan membuat rumah terlihat berantakan. Untuk lebih meringankan pekerjaan rumah tangga, Anda bisa menggunakan jasa laundry kiloan. Sebaiknya mengambil layanan paket laundry sekaligus setrika. Kumpulkan baju-baju kotor maksimal satu minggu, lalu antarkan ke tempat laundry. Pakaian bersih, harum dan siap untuk dipakai tanpa harus repot.

3. Makan di Rumah Makan atau Jasa Antar Makanan Cuti bersama di hari raya umumnya satu sampai dua hari, atau paling lama adalah satu minggu. Saat Anda dan suami sudah harus masuk kerja, sementara pembantu belum kembali dari mudik, biasanya tak punya banyak waktu untuk memasak. Dengan memasak, cucian piring juga bertambah banyak dan tugas rumah tanggapun menjadi terasa makin berat. Tidak ada salahnya jika sementara waktu Anda dan keluarga makan diluar. Selain lebih praktis, seluruh anggota keluarga juga lebih akrab. Solusi lain adalah dengan menggunakan jasa antar makanan, baik itu berupa katering atau dari restoran yang menyediakan layanan pesan antar. Agar lebih hemat, sebaiknya langganan katering sekaligus untuk satu atau dua minggu, karena biasanya lebih murah.

Ibu stamina Anda harus tetap dijaga. Jangan sampai kelelahan sehingga Anda jatuh sakit. karena jika Anda sakit pasti akan lebih merepotkan suami, anak dan keluarga kita tercinta lainnya ,karena mereka harus kerja ekstra untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas Anda. Hal itu tidak menutup kemungkinan anggota keluarga lain juga akan jatuh sakit karena kelelahan. Nah ibu, semoga bermanfaat dan tetap semangat.. God bless you & familly... "(^_^)"